25.8 c Dubai

Taufan Pawe Sebut Gerakan Kadir Halid Cs Cederai Wibawa Partai Golkar

Taufan Pawe Sebut Gerakan Kadir Halid Cs Cederai Wibawa Partai Golkar

MAKASSAR,- Meski dirongrong dari berbagai penjuru, Ketua Golkar Sulsel Taufan Pawe (TP) menyampaikan pihaknya tetap fokus mengawal program partai. 

Kepada wartawan di Warkop Sija Sawerigading, TP menyampaikan pandangannya soal sikap sejumlah kader yang mencoba merongrong kepengurusannya hingga melakukan mosi tidak percaya. Baginya, hal yang terjadi selama dua hari terakhir di kantor Golkar Sulsel merupakan rangkaian kejadian yang tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya. 

Namun pihaknya beranggapan sebagai sesama kader Golkar tidak seharusnya saling mencederai. Dia juga menegaskan secara regulasi, Pleno yang dilakukan Ketua Harian Golkar Sulsel, Kadir Halid yang berujung pada pernyataan mosi tidak percaya kepadanya, tidak sah dan inkonstitusional. "Sesuai Juklak No 4 tahun 2020 bahwa pleno hanya bisa dipimpin ketua DPD (bukan ketua harian, red), agendanya pun harus jelas tercantum dengan baik. Sekarang coba cek undangannya, siapa yang mengundang dan tanpa agenda disitu," kata TP, Minggu, 24 Juli. 

Hal aneh lainnya karena mosi tidak percaya itu dilakukan sejumlah kecil pengurus Golkar Sulsel yang menurutnya memang tidak mau bertandatangan terkait pakta integritas sebagai pengurus Golkar, beberapa waktu lalu. Bukannya dilakukan oleh para Ketua DPD II sebagai pemilik suara di partai. "Karena saya dengan semua ketua Golkar di Sulsel akur saja. Dari 24 ketua kabupaten/kota, 13 yang mendapat dekresi kita semua solid. Dengan ketua Bone (Fahsar Padjalangi, red) kita baik, yang lain juga," bebernya. 

Karenanya TP yang juga wali kota Parepare dua periode ini menyampaikan hal itu bukan jadi masalah. Baginya, DPP juga akna meneropong ulah para kader yang melakukan gerakan inkonstitusional itu. Termasuk gugatan sejumlah pengurus yang sedang diajukan ke Mahkamah Partai. Bersama sejumlah pengurus Golkar, TP menyampaikan siap saja menghadapai. Baginya akan lebih bagus bila ada keputusan mahkamah lebih cepat. 

"Tanggal tiga Agustus ini sidang, kita sih tidak masalah. Supaya lebih cepat ada keputusan yang baik untuk partai," katanya. Pihaknya pun memiliki bukti untuk menunjukan kebenaran dari kepengurusan yang dipimpinnya saat ini. Secara umum TP menyampaikan mengapa ia banyak diam selama ini karena memang tidak ingin ada benturan sesama kader. Dia mencintai Golkar meski masih dianggap junior dan ada pihak lain yang merasa lebih senior di partai beringin rimbun ini. 

"Walau saya junior, menurut saya saya berhasil. Setidaknya saya kepala daerah dua periode. Yang lain belum pernah kepala daerah," bebernya.  

Baca Sebelumnya

Bedah Parenting Literasi di Gamacca Bawakaraeng

Baca Selanjutnya

Wakil Wali Kota Bagikan Makanan Tambahan untuk Balita di Puskesmas Antang Tekan Angka Stunting

Add Comment