Effendy Simbolon dan Gejala Attention Seeker dalam Demokrasi Populis
JAKARTA,- Sindir menyindir diantara tokoh politik tak pernah berhenti dan memberi warna dalam proses politik di indonesia.
Terbaru Politisi PDI Perjuangan (PDIP) Effendi Simbolon memberi komentar terkait langkah Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti yang selama ini banyak menggunakan fasilitas bahkan institusi DPD RI untuk memperjuangkan kepentingan politiknya sendiri.
Apa yang dilakukan oleh politisi senior PDIP ini mendapat respon salah satunya dari kalangan pengamat .
Pengamat politik SERUM INSTITUTE Andries Riesfandhy mengatakan bahwa Sikap yang diperlihatkan Pak Effendi Simbolon tidak perlu ditanggapi serius. Kita memahami politik hari ini memang tidak bisa lagi dilepaskan dari pencitraan, dan terlebih juga kepentingan politik aktor ikut berkelindan di balik isu publik. Kritik dari sesama aktor itu tidak penting. Yang penting, publik punya daya kritis tinggi terhadap aktor-aktor politik yang seperti itu.
Hal yang harus menjadi perhatian Pak Effendi Simbolon sebagai seoarang anggota DPR adalah banyak memberi masukan atas kinerja Presiden Jokowi yang perlu banyak pembenahan.
Lagi pula masih menurut Andries Riesfandhy, apa yang dilakukan Pak LaNyalla adalah salah tugas dan jabatan yang melekat pada dirinya selama ini telah tepat, dan justru kita harus memberi penghargaan atas usaha beliau yang telah mengawal dan memberi koreksi agar bangsa ini tetap berjalan pada alur demokrasi yang efektif dengan memposisikan diri sebagai lembaga yang mengawasi kinerja pemerintah yang juga seharusnya dilakukan oleh lembaga DPR. Kita melihat proses dalam check and balancess itu berjalan di lembaga DPD dan LaNyalla yang dianggap sebagai figur kontroversial justru lebih bermanfaat mengembalikan peran lembaga legislatif pada tempat yang semestinya.
Add Comment