25.8 c Dubai

Sambut Pemilu 2024, Kalangan Agamawan di Sulawesi Selatan Serukan Masyarakat Hindari Sebarkan Berita Hoax

Sambut Pemilu 2024, Kalangan Agamawan di Sulawesi Selatan Serukan Masyarakat Hindari Sebarkan Berita Hoax

Oleh: *Dr.H. Abdul Wahid, MA*
(Akademisi & Muballigh Makassar)

Pelaksanaan pemilu di tanah air kurang lebih setahun lagi baru digelar, namun mulai saat ini suasana kian hangat  terasa di tengah publik terutama pada masyarakat netizen. Berbagai sebaran informasi tentang sosok, kinerja dan sepak terjang ketiga bakal calon presiden tersebar baik di facebook, group-group WA, instagram dan lain sebagainya.

Mencermati kondisi tersebut, maka diantara hal yang masyarakat perlu waspadai adalah adanya informasi hoax atau bohong terkait dengan bakal calon yang akan ikut kontestasi pada pemilu mendatang yakni Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.

Belajar dari pelaksanaan pemilu-pemilu sebelumnya fenomena berita hoax kerap membersamai pagelaran pemilu di tanah air, akibatnya berpotensi merugikan calon tertentu hingga berakibat pada terganggunya stabilitas di tengah masyarakat.

Hadirnya pemilu bukanlah sarana untuk saling membangun kebencian diantara anak bangsa, karena pemilu bagian dari ikhtiar lima tahunan yang bertujuan untuk menyeleksi dan menyerap aspirasi mayoritas masyarakat tentang siapa yang mereka akan beri amanah untuk menjadi pemimpin lima tahun mendatang, baik di tingkat eksekutif maupun legislatif.

Kalau demikian adanya, maka perbedaan pilihan dalam demokrasi mustahil bisa dihindari, sebab diantara nafas demokrasi adalah adanya kebebasan dan kesetaraan semua warga negara. Kebebasan dalam arti setiap warga negara diberi kesempatan yang sama secara langsung dan suka rela untuk menyalurkan dan menentukan aspirasi politiknya tanpa ada intervensi dan tekanan dari pihak mana pun sehingga proses penyelenggaraan pemilu akan melahirkan kualitas demokrasi yang baik.

Hanya saja diantara hal yang selama ini kerap mencederai proses demokrasi di tanah air adalah masih saja ada oknum dan kelompok tertentu yang menjadikan hoax sebagai salah satu cara untuk menjatuhkan lawan politiknya.

Dalam demokrasi lawan politik itu bukanlah musuh melainkan kompetitor yang harus tetap saling menghargai dan menghormati satu sama lain, karena siapa pun yang terpilih pada pilpres dan pileg mendatang, yakinlah mereka adalah putra-putri terbaik bangsa Indonesia yang diberi amanah oleh mayoritas masyarakat.

Untuk itu, Dr. Abdul Wahid selaku akademisi dan juga muballigh di kota Makassar menyerukan dan mengajak masyarakat agar berkomitmen dalam pelaksanaan pesta demokrasi mendatang agar bersatu padu menghindari dan melawan penyebaran berita hoax, hindari rasis yang bernuansa SARA dan kampanye hitam _(black campaign),_ karena suasana pemilu di tanah air akan sulit menghasilkan pemimpin yang berkualitas jika dalam proses pelaksanaannya sesama anak bangsa saling benci hingga berpotensi terjadinya polarisasi di tengah masyarakat.

Pemberantasan berita hoax bukan hanya tugas Polri tapi tugas semua anak bangsa, karenanya sinergi dan kolaborasi dalam mewujudkan pemilu yang aman dan damai adalah sebuah keniscayaan di tanah air.(*)

Baca Sebelumnya

Laskar Sinri'jala Indonesia Makassar Hadiri Diskusi Publik Yang di Gelar Menegement Bank Indonesia

Baca Selanjutnya

Front Persaudaraan Islam (FPI) Dilantik, Siap Bumikan Aswajah di Sulsel

Add Comment