25.8 c Dubai

Kebohongan Membawa Pada Kebohongan Lainnya

Kebohongan Membawa Pada Kebohongan Lainnya

Kebohongan itu pada dasarnya menyalahi hati nurani. Manusia diberikan hati yang bercahaya, yang sangat sensitif terhadap kebohongan. Pada awal-awal orang belajar berbohong, hatinya akan risau, nggak enak, dan akan menolak. Tapi, seiring dengan pembiasaan, kebohongan itu pada akhirnya menghilangkan sensitivitas hati. Orang tidak lagi merasa salah, sebaliknya orang merasa bahwa bohong sebenarnya bagian dari siasat untuk memenangkan "pertempuran." 

Ketika kebohongan telah menjadi kebiasaan, maka segala sesuatu akan dimudah-mudahkan. Apa yang seharusnya kemudian berubah menjadi apa yang semaunya. Apalagi jika seseorang memiliki uang dan kuasa. Uang bisa melenakan, apalagi kuasa yang bisa membutakan. 

Kebohongan yang telah jadi kebiasaan akan membuat orang menghalalkan segala cara. Apapun dapat dilakukan demi tercapainya keinginan. Memang, bisa jadi orang akan dapat apa yang dia cita-citakan itu akan tetapi biasanya tak ada kedamaian dalam perjuangan yang dibarengi dengan kebohongan. 

Kebohongan pastinya akan mengantarkan pada kebohongan jenis lainnya. Tak bosan-bosan orang akan terus berusaha berbohong agar dapat keluar dari kemelut hidupnya. Terkadang, kebohongan itu dibarengi dengan uang dan permainan kekuasaan. Kelemahan orang salah satunya pada uang, apalagi yang berkantong tipis. 

Kita sebagai manusia biasa memang tidak luput dari dosa, termasuk dari dosa kebohongan. Tapi, sudah sepatutnya untuk kita menyadari bahwa kebohongan itu akan menyengsarakan--kalau bukan sekarang, nanti. Dan, kebohongan itu juga akan membutakan hati nurani yang sejatinya murni dan cenderung pada kejujuran. 

Yanuardi Syukur
Depok, 13 Agustus 2022

Baca Sebelumnya

Arqam Azikin Bakar Semangat Paskibraka Sulsel Sebelum Menjalankan Tugas

Baca Selanjutnya

HMI Komisariat STIK YAPMA Gelar Dialog Kebangsaan "Menangkal Islamofobia dan Stigmatisasi Radikal di Indonesia"

Add Comment