25.8 c Dubai

Quo Vadis Aksi Serentak Mahasiswa 11 April Minta Jokowi Mundur?

Quo Vadis Aksi Serentak Mahasiswa 11 April Minta Jokowi Mundur?

NASIONAL,  Desas-desus mengenai isu penundaan pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode masih menuai polemik. Beberapa pihak masih getol mendukung wacana tersebut, sementara berbagai kalangan menolak wacana tersebut.

Diberbagai daerah masyarakat  indonesia  dan mahasiswa disibukkan dengan wacana berita Usulan Presiden 3 Periode, sehingga memicu akan adanya unjuk rasa diseluruh indonesia termasuk di kota makassar.

Kemungkinan Hembusan itu dilakukan oleh oknum - oknum pembenci Pemerintah saat ini yakni Joko Widodo, Disisi lain  faktanya Presiden kita sendiri sudah menyatakan bahwa saya adalah produk pemilihan langsung berdasarkan UUD 1945 pasca Reformasi posisi saya jelas tak setuju dengan usul masa jabatan 3 periode usulan itu menjerumuskan saya.

Unjuk rasa yang akan dilaksanakan oleh elemen Mahasiswa dari Bem Kampus di duga ditunggangi oleh politik Black Campign dan yang punya kepentingan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2024.

Aktifis dikalangan Mahasiswa juga berlomba menghembuskan isu tersebut , namun yang mendapat pembodohan adalah mahasiswa baru (Maba) yang belum mengetahui secara jernih apa dibalik demonstrasi tersebut.

Tiga periode ini sudah dikatakan oleh Jokowi bahwa tidak akan mungkin terjadi. Bahkan menurutnya, tiga periode ini adalah waktu yang tanggung, Untuk itu hembusan isu tiga periode yang kembali mencuat, tidak akan mempan untuk Jokowi.

Dimakassar Mahasiswa Makassar demo tolak presiden 3 periode sempat cekcok dengan pengendara motor dan menyandera kontainer. Unjuk rasa mahasiswa Unismuh Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) menolak perpanjangan masa jabatan presiden atau presiden 3 periode diwarnai sejumlah insiden. Mahasiswa sempat terllibat cekcok dengan pengendara motor hingga menyandera sejumlah truk di lokasi aksi.

insiden keributan kericuhan melibatkan massa aksi dengan salah satu pengendara motor melintas. Pengendara tersebut dicegat mahasiswa karena hendak menerobos penutupan jalan.

Polisi yang bertugas di lokasi lantas meredam keributan dan mahasiswa kembali melanjutkan unjuk rasa. Kemudian sekitar pukul 16.45 Wita, kericuhan kembali terjadi setelah massa aksi terus bersorak namun belum diketahui apa penyebab kericuhan itu.

Beruntung, aparat kepolisian bersama TNI berhasil meredam emosi para massa aksi. Hingga saat ini mahasiswa masih memblokade jalan sehingga kemacetan kendaraan masih berlangsung.

Selain itu massa aksi menahan sejumlah truk kontainer yang sedang melintas untuk dijadikan sebagai mimbar orasi. Terhitung sudah ada dua truk kontainer yang digunakan secara bergantian.

Hingga kini pukul 17.05 Wita, unjuk rasa masih berlangsung. Sejumlah aparat kepolisian juga masih berjaga di sekitar lokasi kejadian.

Terpisah Koordinator BEM SI Kaharuddin menjelaskan alasan pihaknya kembali menggelar aksi demonstrasi setelah aksi mereka pada 28 Maret 2022. Adapun tuntutan  yaitu, pertama, mendesak Jokowi bersikap tegas atau memberi pernyataan sikap menolak penundaan pemilu atau masa jabatan tiga periode.

Tuntutan kedua, mendesak Jokowi menunda dan mengkaji ulang Undang-undang tentang Ibu Kota Negara (UU IKN).
Ketiga, mendesak Jokowi menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan bahan pokok di masyarakat. Keempat, mendesak Jokowi mengusut tuntas para mafia minyak goreng dan mengevaluasi kinerja menteri terkait.
Kelima, berkaitan dengan penyelesaian konflik agraria di Indonesia. Keenam, mendesak Jokowi dan wakilnya, Ma'ruf Amin, berkomitmen penuh dalam menuntaskan janji-janji kampanye di sisa masa jabatannya.

Baca Sebelumnya

Ikatan Pelajar Mahasiswa Fak Fak Berbagi Di Bulan Ramadhan Wujud Kecintaan Sesama Anak Bangsa

Baca Selanjutnya

Tamsil Linrung Sosialisasi 4 Pilar Pertama di Tahun 2022

Add Comment