Ketua BMI Sulsel Minta Pelaku Penganiaya IRT Digowa Mendapat Sanksi Pemecatan
MAKASSAR, Brigade muslim Indonesia (BMI) bersama beberapa ormas seperti *GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia) SulSel , dan Laskar Palapa, APKAN (Aliansi Pemantau Kinerja Aparatur Negara)* telah bertemu langsung dengan pihak korban penganiyaan IRT Dikabupaten Gowa,Kamis 14 /04/2022.
Ketua BMI Sulsel Zulkifli dalam rilisnya mengatakan bahwa pihakn telah bertemu dengam korban dalam hal ini atas nama pak Udin dan ibu Kiki* sekaligus mendoakan kemudian hari tidak ada lagi kejadian memalukan seperti ini,,
"Sangatlah tidak pantas seorang tuan rumah menyambut tamunya yang yg berstatus suami istri yg yang sedang membawa seorang anak kecil berumur 4 tahun lantas di dianiaya hingga mengalami luka serius, *mirisnya karena ibu yang mengalami luka serius ini sebenarnya masih dalam kondisi sakit sehingga kemanapun pergi selalu menyiapkan tabung oksigen di mobilnya" Ungkap zul
Lanjut dalam rilis yang disampaikan terkait kronologi yang beredar luas bahwa setelah dianiyaya pihak korban pun masih merasa terancam sehingga pihak korban ketakutan hingga melarang anaknya untuk sekolah.
Olehnya itu kami meminta kepada *kapolres Gowa* untuk segera menjemput pelaku untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan dan jika unsur pidananya terpenuhi maka kami berharap dapat segera dilakukan penahanan kepada semua pelaku yg terlibat.
Mengenai infomasi bahwa pelaku di duga adalah seorang pejabat di *PT Eastern Pearl Flour Mills*" insya Allah kami dari beberapa ormas bersilaturahmi kepada pihak pimpinan perusaan besar tersebut agar juga dapat diberi sanksi berupa pemecatan dari jabatan dan sebagai pegawai perusahaan", Tambahnya
Add Comment