Kebahagiaan Seorang Penulis
Pada pukul 22.11, seorang kawan mengirim pesan bahwa bukunya telah terbit. "Saya berterima kasih atas segala informasi, support dan segala hal terkait motivasi kepenulisan," tertulis di japrian tersebut. "Hampir satu tahun," lanjutnya, "baru naskah itu terbit."
Alkisah, setelah mendapatkan kabar peluang menerbitkan buku, seorang kawan langsung begadang mengedit karya tulisnya, dan segera ia kirimkan ke penerbit tersebut. Tak banyak berpikir, kawan itu langsung eksekusi, dan setelah melewati bulan demi bulan tulisannya akhirnya terbit.
Kata orang, jangan bantah orang yang berpengalaman. Terkadang, orang dengan semangat tinggi maunya serba cepat; cepat terbit, cepat tuntas, cepat terkenal. Padahal mereka lupa bahwa tujuan tertinggi dari kreativitas adalah untuk menemukan diri kita sendiri, bukan mengejar tepuk tangan orang lain.
Penemuan diri sendiri itu poin utama dari segalanya. Karena pada akhirnya setiap orang akan dilihat pribadinya, apa yang dia lakukan, apa dampaknya, dan seberapa manfaat ia pada sesama. Berarti, inti dari segala pendidikan dan pengayaan adalah penemuan diri kita sendiri.
Seorang penulis masyhur dari Inggris rajin berkelana ke berbagai dunia. Pada usianya yang tidak muda lagi, sekira 80-an, ia berkunjung ke salah satu lokasi terjauh dari negaranya. Walhasil, sepulang dari situ dia menulis karya bagus, sebagaimana karyanya yang lain. Seorang pembaca bilang begini, "Karya dia selalu membuka sisi terbaik dari diri saya."
Waw! Karya terbaik berarti: Karya yang membangkitkan potensi terbaik dari diri pembacanya. Artinya, jika ada tulisan yang dapat membangkitkan potensi terbaik dari dirinya, maka itulah karya terbaik! Sebaliknya, sehehat apapun karya di mata orang tapi kalau tidak membangkitkan potensi baik dalam dirinya maka karya itu sesungguhnya biasa-biasa saja--dalam perspektif "karya terbaik adalah yang berdampak pada personalitas pembacanya."
Agar bisa membangkitkan potensi terbaik pembaca, seorang penulis harus bisa menemukan apa potensi terbaiknya. "Apa yang ditulis dari hati akan masuk juga kepada hati," kata orang. Maka, karya besar yang berpengaruh pada diri manusia sangat mungkin adalah karya yang ditulis dari ketulusan hati, yang kemudian membangkitkan ketulusan hati pada diri pembacanya.
Oleh Yanuardi Syukur
Depok, 8 November 2022
Add Comment