Kader Muda Golkar Sulsel Sebut Sistem Proporsional Tertutup Rugikan Pendatang Baru di Pileg 2024
MAKASSAR, Kontraversi sistem pemilihan di pemilu 2024 masih terus bergulir , sebagian besar menyebut sangat merugikan para caleg yang berkompetisi nantinya namun ada juga sebagian kecil yang justru mengatakan sistem tersebut merupakan aplikasi dari ideologi Pancasila dan melawan hegemoni individualisme.
Dampak negarif sistem Proporsional tertutup juga di komentari politisi muda partai golkar sulsel dalam rilisnya Abdul Kadir Jaelani menilai bahwa sistem tersebut justru melemahkan dan menjatuhkan semangat politisi muda, bahkan ada rasa curiga di internal sendiri terkait adanya kesepakatan untuk meloloskan calon tertentu.
" Penerapan sistem pemilu ini adalah dominasi pimpinan partai politik akan melampaui kedaulatan rakyat saat menentukan para wakilnya di parlemen atau lembaga legislatif seperti DPR dan ini justru menjatuhkan semangat politisi muda yang mungkin baru pertama kali ikut mencalonkan diri di pemilu 2024 mendarang" Ungkap Abdul Kadir
Sistem proporsional tertutup juga tidak dikenal oleh Undang-undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Sebab, sistem pemilu yang ditetapkan UU ini adalah sistem proporsional terbuka,jadi untuk merubah sistem itu saya kira tidak mudah, Tambahnya.
Sebelumnya Penerapan sistem pemilu itu diketahui diusulkan Sekertaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto. Menurutnya sistem ini lebih penting diterapkan dengan alasan ongkos pemilu mahal.
Add Comment