Kemenristek RI Inisiasi Program Praktisi Mengajar Salah Satunya di Kampus UNM Makassar
MAKASSAR,-Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemenristek) Republik Indonesia menginisiasi Program Praktisi Mengajar sebagai bagian dari implementasi kebijakan dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) agar lulusan perguruan tinggi lebih siap untuk masuk ke dunia kerja.
Program ini mendorong kolaborasi aktif praktisi ahli dengan dosen juara agar tercipta pertukaran ilmu, pengetahuan, pengalaman dan keahlian yang mendalam dan bermakna antar sivitas akademika di perguruan tinggi dan profesional di dunia kerja. Kolaborasi ini dilakukan dalam mata kuliah yang disampaikan di ruang kelas baik secara luring maupun daring.
Universitas Negeri Makassar (UNM) merupakan salah satu perguruan tinggi yang berpartisipasi dan mengimplementasikan program praktisi mengajar di kampusnya. Diantaranya Fakultas Teknik, Jurusan Arsitektur, telah melaksanakan program ini selama 10 minggu, demikian kata salah seorang Dosen Koordinator Mata Kuliah Studio Perancangan Arsitektur dan Studio Struktur dan Konstruksi Bangunan 4, Dr. Tech. Andi Abidah, S.T., M.T.
Kolaborasi antara praktisi dan kampus ini bertujuan untuk menutup kesenjangan kompetensi lulusan baru dengan kebutuhan dunia kerja, mendorong kolaborasi perguruan tinggi dan industri serta mempersiapkan SDM unggul bagi Indonesia.
Terdapat dua opsi bentuk kolaborasi pada program ini, yaitu kolaborasi pendek dan kolaborasi intensif. Pemilihan bentuk ini disesuaikan dengan kebutuhan kampus dalam melengkapi muatan kurikulum yang dianggap perlu.
Menurut Abidah, program ini sangat membantu dalam mengakselerasi proses pembelajaran kepada mahasiswa, terutama karena kebutuhan akan informasi terkini di dunia kerja merupakan suatu keniscayaan yang dihadapi mahasiswa dalam menghadapi persaingan masa depan, baik secara domestik maupun global.
Selain itu, keahlian yang dibutuhkan oleh mahasiswa sudah dapat diarahkan dan diantisipasi sejak dini sehingga mahasiswa memiliki opsi dalam peningkatan kompetensi di masa depan, khususnya dengan terbukanya jalur pendidikan profesi, misalnya Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr).
Dengan demikian diharapkan calon sarjana sudah memiliki bekal dan wawasan yang minimal dapat memberikan pedoman dalam memasuki dunia kerja, baik secara individual, tim maupun sebagai bagian dari organic badan usaha, bahkan sebagai Pengajar atau Peneliti.
Add Comment